Nusantara Indonesia: tari
Showing posts with label tari. Show all posts
Showing posts with label tari. Show all posts

Wednesday, October 31, 2018

Keaneka ragaman bangsa indonesia,

Sejarah Keaneka ragaman seni dan budaya Indonesia
Indonesia kaya akan ragam seni budaya sudah semestinya Indonesia berbangga, maka sudah selayaknya bagi bangsa dan masyarakat negeri ini untuk melestarikan dan menjaga ragam seni budaya yang ada di Indonesia ini. Jadi tidak mustahil jika banyak hasil cipta rasa dan karya dalam berbagai adat dan ragam seni budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia ini selalu dilirik oleh bangsa lain. Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional.
Dalam pembahasan ragam seni budaya mempunyai pengertian  untuk Seni budaya berasal dari dua suku kata Seni - Budaya. Untuk kata Budaya berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Tapi semua terangkum menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber- BINEKA TUNGGAL IKA dengan menunjukkan adat ketimuran dan berasaskan Pancasila. Secara devinisi budaya dapat di artikan sebegai tata cara hidup manusia yang dilakukan secara kelompok atau masyarakat, dan di wariskan turun-temurun dari generasi ke generasi.
Sedangkan Seni adalah ide atau gagasan proses dari sebuah pemikiran manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dan sebuah cipta rasa manusia dalam kreatifitas. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, disebab masing-masing individu manusia mempunyai cita rasa yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.
Beberapa para ahli devinisi mengartikan bahwa seni merupakan sebuah aktifitas dalam perbuatan yang timbul dan bersifat indah, menyenangkan dan dapat memberi kepuasan tersendiri dalam jiwa suatu manusia. Sebuah seni juga bisa kita gambarkan dari sebuah penjiwaan yang dalam, dan berbeda antara orang satu dengan yang lainnya.
Kebudayaan di Indonesia
Keanekaragaman budaya Indonesia dariSabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan terus dilestarikan. Tetapi, sayangnya, sebagai anak bangsa masih banyak yang tidak mengetahui ragam budaya daerah lain di Indonesia, salah satunya budaya tato di Mentawai, Sumatra Barat, tindik sebagai tanda kedewasaan dan masih banyak kebudayaan lain yang belum ter ekdplorasi.
Bagi penyuka traveling ke berbagai daerah di Indonesia, khususnya yang rasa ingintahunya cukup tinggi terhadap beragam budaya, tidak ada salahnya mampir ke Mentawai untuk melihat dari dekat budaya tato yang sudah menjadi kebudayaan masyarakat setempat, selain menikmati sajian pesona alam dan lautnya.
Tato kebudayaan indonesia
Dalam konteks pemahaman masyarakat majemuk, selain kebudayaan kelompok suku bangsa, masyarakat Indonesia juga terdiri dari berbagai kebudayaan daerah bersifat kewilayahan yang merupakan pertemuan dari berbagai kebudayaan kelompok sukubangsa yang ada didaerah tersebut. Dengan jumlah penduduk 200 juta orang dimana mereka tinggal tersebar dipulau- pulau di Indonesia. Mereka juga mendiami dalam wilayah dengan kondisi geografis yang bervariasi. Mulai dari pegunungan, tepian hutan, pesisir, dataran rendah, pedesaan, hingga perkotaan. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat peradaban kelompok-kelompok sukubangsa dan masyarakat di Indonesia yang berbeda.
Contoh dari kebudayaan rakyat pesisir adalah pesta laut yang dipersembahkan untuk para leluhur
Pesta laut
Masyarakat pesisir indonesia
Dari berbagai kebudayaan yang ada sebagai generasi muda Indonesia patutnya kita bangga dan berusaha menghalau budaya-budaya luar yang mampu menggerus kearifan budaya lokal Indonesia dengan semangat juang dan nilai dasar Pancasila.

Ragam Seni dan Budaya Indonesia 


 » Rumah Adat
Nuwo Sesat, Rumah Adat Lampung

Nama-nama rumah adat dan Provinsinya:
  • Nanggro Aceh Darussalam (NAD)
                  Rumah Adat : Rumah Krong Bade
  • Sumatera Utara (SUMUT) 
                  Rumah Adat : Rumah Bolon
  •  Sumatera Barat  
                  Rumah Adat : Rumah Gadang
  • Riau       
                   Rumah Adat : Rumah Melayu Selaso Jatuh Kembar
  • Jambi
                   Rumah Adat : Rumah Panjang
  • Sumatera Selatan (SUMSEL)
                     Rumah Adat : Rumah Limas
  • Bangka Belitung
                      Rumah Adat : Rumah Rakit
  • Bengkulu
                      Rumah Adat : Rumah Rakyat
  • Lampung
                    Rumah Adat : Rumah Sesat
  • DKI Jakarta
                 Rumah Adat : Rumah Kebaya
  • Jawa Barat (JABAR)
                 Rumah Adat : Rumah Kasepuhan Cirebon
  • Banten     Rumah Adat : Rumah Badui
  • Jawa Tengah (JATENG)
             Rumah Adat : Padepokan Jawa Tengah.
  • Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta
            Rumah Adat : Bangsal Kencono Dan Rumah Joglo.
  • Jawa Timur (JATIM)
           Rumah Adat : Rumah Situbondo.

  • Bali
        Rumah Adat : Rumah Gapura Candi Bentar.
  • Nusa Tenggara Barat (NTB)
        Rumah Adat : Rumah Istana Sultan Sumbawa
  • Nusa Tenggara Timur (NTT)
         Rumah Adat : Rumah Musalaki
  • Kalimantan Utara (KALTARA)
        Rumah Adat : Rumah Baloy.
  •  Kalimantan Barat (KALBAR)
           Rumah Adat : Rumah Istana Kesultanan Pontianak.
  • Kalimantan Tengah (KALTENG)
            Rumah Adat : Rumah Betang
  • Kalimantan Selatan (KALSEL)
            Rumah Adat : Rumah Banjar Bubungan Tinggi.
  • Kalimantan Timur (KALTIM)
             Rumah Adat : Rumah Lamin.
  • Sulawesi Utara (SULUT)
             Rumah Adat : Rumah Pewaris
  • Sulawesi Barat (SULBAR)
            Rumah Adat : Rumah Tongkonan
  • Sulawesi Tengah (SULTENG)
            Rumah Adat : Rumah Tambi
  • Sulawesi Tenggara (SULTRA)
            Rumah Adat : Rumah Istana Buton
  • Sulawesi Selatan (SULSEL)
             Rumah Adat : Rumah Tongkonan.
  • Gorontalo
             Rumah Adat : Rumah Dulohupa dan Rumah Pewaris.
  • Maluku
             Rumah Adat : Rumah Baileo
  • Papua Barat
            Rumah Adat : Rumah Honai.
  •  Papua                 Rumah Adat : Rumah Honai

Macam-macam Seni di Indonesia


» Alat Musik
     Alat musik di Indonesia sebenarnya sangat banyak macamnya, contoh saja seperti gendang dari yogyakarta, gamelan dari jawa tengah, Angklung dari jawa barat, bende dari lampung dan masih banyak lagi.
tapi heranya kenapa sekarang orang indonesia sudah jarang ada yang memainkan alat musik tersebut, alat musik tersebut dipakai kalau hanya ada acara besar saja atau di peruntuhkan untuk anak sekolah dasar. harusnya sebagai orang indonesia kita ikut mewarisi budaya-budaya yang telah ada agar budaya tersebut tidak hilang karna adanya budaya asing yang masuk.
          
Gendang, Yogyakarta                                               Angklung, Jawa Barat

>> Tarian 
     Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman suku bangsa dan budaya Indonesia.tetapi kebanyakan dari orang indonesia sudah terpengaruh oleh budaya asing atau luar. setiap suku bangsa di Indonesia pasti memmpunyai tarian khas daerahnya sendiri-sendiri. Tradisi kuno tarian dan drama ini biasanya diajarkan seperti di sanggar-sanggar tari dan juga sekolah.
Seni tari di indonesia juga bisa masuk kedalam beberapa golongan, Dalam katagori sejarah, seni  tari Indonesia dapat dibagi ke dalam tiga era: era kesukuan prasejarah, era Hindu-Buddha, dan era Islam. Berdasarkan pelindung dan pendukungnya, dapat terbagi dalam dua kelompok, tari keraton (tari istana) yang didukung kaum bangsawan, dan tari rakyat yang tumbuh dari rakyat kebanyakan. Berdasarkan tradisinya, tarian Indonesia dibagi dalam dua kelompok; tari tradisional dan tari kontemporer.
contoh gambar tarian bercorak prasejarah dari suku pedalaman 

Tari keraton

Tari Golek Ayun-ayun, dari KeratonYogyakarta
Tarian di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa keluarga bangsawan; berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan di berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari budaya istana. Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian rakyat tampak dalam tradisi tari Jawa. Masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam budayanya. Jika golongan bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada kehalusan, unsur spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan; masyarakat kebanyakan lebih memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya tarian istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang dipertahankan dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat lebih bebas, dan terbuka atas berbagai pengaruh.
Perlindungan kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh pranata kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para Sultan dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisi gamelan pengiring tarian tersebut.

Tari rakyat


Tari Jaipongan, tari tradisi rakyat Sunda

Tarian Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan sosial dari masyarakatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan derajat kehalusannya. Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari rakyat adalah tari yang dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik di pedesaan maupun di perkotaan. Dibandingkan dengan tari istana (keraton) yang dikembangkan dan dilindungi oleh pihak istana, tari rakyat Indonesia lebih dinamis, enerjik, dan relatif lebih bebas dari aturan yang ketat dan disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa langgam gerakan atau sikap tubuh yang khas seringkali tetap dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi hiburan dan sosial pergaulannya daripada fungsi ritual.

Tari tradisional
TARI SIGEH PENGUTEN

Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini. Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai hasilnya, muncullah beberapa tari kreasi baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.
Sekolah seni tertentu di Indonesia seperti Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) di Bandung, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) di Jakarta, Institut Seni Indonesia (ISI) yang tersebar di Denpasar,Yogyakarta, dan Surakarta kesemuanya mendukung dan menggalakkan siswanya untuk mengeksplorasi dan mengembangkan seni tari tradisional di Indonesia. Beberapa festival tertentu seperti Festival Kesenian Bali dikenal sebagai ajang ternama bagi seniman tari Bali untuk menampilkan tari kreasi baru karya mereka.






Perbedaan itu indah....!!!

Sunday, October 7, 2018

10 Seni dan Budaya Indonesia yang terkenal di dunia

10 seni dan budaya Indonesia

  Indonesia dikenal sebagai negara yang begitu kaya. Betapa tidak, negara kita dikenal memiliki pulau yang paling banyak, jumlah penduduk yang cukup padat, budaya yang beragam, dan berbagai keunikan lain seperti peninggalan yang masih terjaga hingga saat ini. Indonesia kerap memukau negara lain karena beragam hal yang dimilikinya dan beragam hal tersebut tidak membuat Indonesia terpecah belah, justru semakin erat. Inilah yang kerap menjadi daya tarik bagi para wisatawan.
Nah, kira-kira apa saja yang menarik bagi wisatawan internasional untuk berkunjung ke Indonesia sih? Mungkin 10 budaya Indonesia yang mendunia ini bisa jadi menjawab pertanyaan di atas mengenai apa yang khas dari Indonesia yang sudah terkenal hingga ke mancanegara. Apa saja budaya tersebut? Yuk kita simak ulasan singkatnya.
10Wayang



  Wayang dikenal sejak zaman prasejarah, sekitar 1500 SM. Ketika itu, Indonesia yang belum menjadi negara kesatuan seperti saat ini masih memeluk animisme berupa pemujaan roh nenek moyang yang diwujudkan dalam bentuk arca atau gambar. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity pada 7 November 2003. Ada berbagai macam versi dan bentuk wayang, mulai dari wayang kulit yang berbahan dasar kulit sapi yang telah dijemur, dipotong, dan diberi warna, kemudian wayang golek yang berbahan dasar kayu. Ada pula wayang orang yang dimainkan secara langsung oleh orang yang mengenakan kostum sesuai dengan karakter yang dibawakan. Cerita yang dibawakan berkisah tentang dewa dewi, persilatan, percintaan, dan kepahlawanan.
Pertunjukan wayang selalu diiringi dengan musik gamelan. Sang dalang harus lihai dalam memainkan wayang, karena kemampuan dalang akan menambah daya tarik dalam pertunjukan wayang. Mulai dari serunya suasana ketika peperangan terjadi hingga gelak tawa yang timbul ketika adegan lucu, semua harus dikuasai dengan baik oleh dalang.

9Angklung


  Angklung adalah alat musik bernada ganda yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat. Angklung selama ini dikenal sebagai alat musik khas daerah Jawa Barat. Menggunakan bahan dasar bambu, angklung dimainkan dengan cara digetarkan sehingga benturan antara pipa bambu dengan tiangnya akan menghasilkan bunyi tertentu. Ada 2 laras (titi nada) dalam angklung, yakni laras slendro dan pelog.
Pada awalnya, Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri supaya turun ke Bumi, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Selain itu, angklung juga dikenal masyarakat sebagai penggugah semangat rakyat ketika bertempur pada masa peperangan di tanah air. Itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda pada masa itu sempat melarang penggunaan angklung. Angklung telah mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya.

8Keris


  Keris merupakan senjata tradisional asli Indonesia yang diyakini mengandung kekuatan supranatural. Raja-raja di Nusantara pada zaman dahulu menjadikan keris sebagai senjata pusaka. Keris telah digunakan sejak abad ke-9 dan dibuat oleh para pengrajin yang disebut mpu. Bilah pisau pada keris dibuat dari campuran beberapa logam, sementara gagangnya dibuat dari tulang, tanduk, atau kayu.
Pada zaman dahulu, logam pembuat keris diambil dari meteor yang jatuh ke bumi. Para peneliti sempat menyebutkan bahwa keris kuno mengandung unsur titanium, yakni suatu bahan yang baru digunakan pada abad 20 sebagai pelapis kendaraan luar angkasa. Akan tetapi, para mpu ternyata telah terlebih dahulu menggunakan bahan tersebut sebagai bahan pembuat keris.

7Batik



  Setiap orang Indonesia pasti mengenal batik, baik yang tradisional maupun yang telah diciptakan kembali dengan corak modern. Batik dihasilkan dengan cara menuliskan lilin panas ke atas kain dengan menggunakan canting. Batik biasanya digambar di atas kain katun atau kain sutera. Kain batik telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang hingga hari ini dengan berbagai macam motif dan kreasi.
Menurut Prof. Yohanes Surya, Ph.D., ahli fisika asal Indonesia, corak yang terdapat dalam kain batik adalah lukisan tentang alam dan dinamikanya. Berbeda dengan para pelukis dengan media kanvas yang melukis suasana alam seperti yang dilihatnya, para pelukis batik melukis keadaan alam dari sudut pandang yang lebih dalam. Para pelukis batik mencari pola dasar dari suatu fenomena yang dilihatnya, kemudian menambahkannya dengan beberapa aturan sederhana. Atas dasar itulah, perlu suatu kejeniusan untuk melihat pola dasar yang ada di alam dan mencari aturan tersebut.

6Tari Saman


  Tari Saman telah berhasil menjadi ikon kebanggaan Provinsi Daerah Istimewa Aceh. Tarian tersebut telah mendunia, karena didukung pula oleh keputusan UNESCO yang menyatakan Tari Saman sebagai warisan budaya. Tarian yang berasal dari Suku Gayo Aceh Tenggara ini sering ditampilkan pada festival dan pertunjukan kesenian di penjuru dunia. Tari Saman biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa penting dalam adat. Syair yang digunakan dalam Tari Saman menggunakan Bahasa Arab dan Bahasa Gayo.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa Tari Saman diciptakan oleh Syekh Saman, seorang ulama yang berasal dari Gayo. Tari Saman termasuk salah satu tarian yang unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan anggota tubuh bagian atas. Tari ini diakui dan masuk ke dalam daftar warisan budaya oleh UNESCO sebagai warisan budaya bukan benda.

5Tari Kecak


  Tari Kecak biasanya disebut sebagai Tari “Cak” atau tari api. Tari Kecak merupakan tari pertunjukan massal atau tari hiburan dan cenderung dibawakan sebagai sendratari, yaitu seni tari yang melibatkan drama. Tari Kecak digolongkan ke dalam kelompok sendratari karena seluruhnya menggambarkan seni peran dari cerita pewayangan seperti Rama dan Sinta, dan tidak digunakan secara khusus digunakan untuk ritual dalam agama Hindu seperti pemujaan dan upacara lainnya. Dalam tari ini, bentuk sakral biasanya ditunjukkan dalam hal kekebalan fisik sehingga para penari tidak terbakar oleh api. Jika tarian dari Bali lainnya menggunakan gamelan sebagai musik pengiring, Tari Kecak hanya memadukan suara mulut dan teriakan yang berbunyi, “cak cak ke cak cak ke”, sehingga tari ini dikenal sebagai Tari Kecak.

4Reog Ponorogo


  Reog adalah sebuah pertunjukan yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut, dan Kota Ponorogo dianggap sebagai kota asal reog yang sebenarnya. Gerbang Kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil ketika pertunjukan reog dibawakan. Reog adalah salah satu kebudayaan di Indonesia yang masih kental dengan hal-hal berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Reog modern biasanya ditampilkan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan, khitanan, dan hari-hari besar nasional. Jika berhubungan dengan pernikahan, adegan yang ditampilkan adalah adegan percintaan, sementara untuk khitanan, kisah yang diambil berasal dari cerita pendekar.
Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Dalam pementasan reog, selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan), terkadang ada interaksi dengan penonton. Seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya. Adegan yang paling dinanti oleh penonton adalah singa barong, dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung merak. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Untuk dapat membawa topeng ini dengan kuat, selain diperoleh dengan latihan yang berat, juga dipercaya diperoleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa.

3Tari Pendet


  Tari Pendet pada awalnya merupakan tari pemujaan yang banyak dipertunjukkan di pura. Tari Pendet melambangkan penyambutan atas turunnya dewata ke dunia. Perkembangan tari ini sangat pesat, sehingga para seniman Bali menggubah Tari Pendet yang semula menjadi tari penyambutan terhadap para dewa, menjadi tari ‘ucapan selamat datang’ dan tetap mempertahankan nilai religius yang dikandungnya. Pencipta Tari Pendet versi modern adalah I Wayan Rindi. Tidak seperti tari lain yang memerlukan pelatihan intensif, setiap orang dapat menarikan Tari Pendet, baik pemangku pria ataupun wanita yang sudah dewasa maupun yang masih gadis.

2Lagu Rasa Sayange

Lagu Rasa Sayange berasal dari daerah Maluku. Lagu tersebut selalu dinyanyikan secara turun temurun sebagai pengungkapan rasa sayang terhadap lingkungan dan persaudaraan di antara masyarakat Maluku. Jika didengarkan dan diperhatikan secara seksama, lagu ini seperti sajak atau pantun yang bersahutan. Lagu ini diawali dengan ‘Rasa sayange’ dan diakhiri dengan kalimat, ‘kalau ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi. Kalau ada umurku panjang, boleh kita berjumpa lagi’.

1Lagu Jali-jali

Oleh beberapa kelompok, lagu Jali-jali diyakini lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum Cina Peranakan di daerah Jakarta melalui musik tradisional mereka yakni gambang kromong. Hal tersebut ditanggapi secara berbeda oleh masyarakat Betawi asli yang menganggap bahwa lagu ini lahir dari masyarakat Betawi. Jali-jali adalah sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Sejak masa kanak-kanak, orang Betawi sudah akrab dengan buah jali-jali. Mereka kerap menjadikan buahnya sebagai peluru di senapan mainan yang dibuat dari bilah bambu dan karet gelang.

Itulah sepuluh budaya Indonesia yang mendunia dan mempesona wisatawan internasional hingga berhasil memikat mereka untuk mengunjungi negeri yang kaya ini. Sebagai orang Indonesia, bukankah sepatutnya kita berbangga dan turut mempertahankan kekayaan kita?







@alamraya-street.blogspot.com                     7 Oktober 2018