Nusantara Indonesia: pakaian adat
Showing posts with label pakaian adat. Show all posts
Showing posts with label pakaian adat. Show all posts

Thursday, November 1, 2018

Mengenal seni dan budaya di sumatera barat


Budaya,


Kebudayaan Sumatera Barat – Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, dimana dari puluhan ribu pulau yang ada di Indonesia terdapat 5 pulau utama yaitu Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan Papua. Dari kelima pulau ini, Sumatera merupakan salah satu yang terbesar dan terbagi menjadi beberapa provinsi. Dan salah satunya yaitu Sumatera Barat. Sumatera Barat merupakan salah satu provinsi yang memiliki ibu kota Padang.
Macam Macam Budaya Sumatera Barat:

    Rumah Adat Sumatera Barat.
    Pakaian Adat Sumatera Barat.
    Tarian Sumatera Barat.
    Senjata tradisional.
    Suku di Sumatera Barat.
    Bahasa Daerah Sumatera Barat.
    Lagu Daerah Sumatera Barat.
    Alat Musik Tradisional Sumatera Barat.
    Makanan Khas Sumatera Barat.
    Wisata Sumatera Barat.

Rumah Adat Sumatera Barat

                                         Rumah Gadang

Jika Anda datang ke Sumatera Barat mungkin salah satu pemandangan yang akan langsung menyambut Anda adalah keindahan rumah adatnya. Dimana salah satu kebudayaan Sumatera Barat ini selain menawarkan keindahan yang luar biasa namun juga memiliki keunikan tersendiri. Seperti bentuk atap yang mencuat ke atas dengan makna menjurus kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tonjolan pada rumah adat Rumah Gadang ini diberi nama gojong yang jumlahnya sekitar 4-7 buah per rumah.
Pada rumah Gadang Anda juga akan menjumpai 2-3 lumbung padi seperi Si Bayo-bayo yang artinya adalah persediaan padi untuk keluarga rantau, Si Tinjau Lauik yaitu yang padinya dberikan untuk orang tidak mampu serta Si Tangguang Litak yang padinya dikhususnya untuk pemilik rumah.

Pakaian Adat Sumatera Barat

                                          Pakaian adat

    Busana tradisional wanita Minang
    – Pakaian Limpapeh Rumah Nan Gadang
    – Baju Batabue (Baju Bertabur)
    – Minsie
    – Tingkuluak (Tengkuluk)
    – Lambak atau Sarung
    – Salempang
    – Dukuah (Kalung)
    – Galang (Gelang)
    – Palaminan
    Busana tradisional pria Minang
    – Pakaian Penghulu
    – Destar
    – Baju
    – Sarawa
    – Sasampiang (Sesamping)
    – Cawek (Ikat Pinggang)
    – Sandang
    – Keris

– Tungkek (Tongkat)
Sebagai salah satu ciri paling menonjol dari setiap warga daerah adalah pakaian adatnya. Nah untuk Sumbar sendiri pakaian adat yang digunakan memiliki tutup kepala yang disebut dengan nama Saluak. Untuk model pakaiannya sendiri memiliki lengan pendek dengan ujung yang melebar. Kemudian selembar kain pun akan digunakan sebagai pelengkap pakaian adat Sumatera Barat.
Dengan kain yang digunakan menyelempang di bahu dan sebilah keris yang terselip di depan perut salah satu bentuk kebudayaan Sumatera Barat ini nampak begitu sempurna. Untuk pria biasanya juga akan mengenakan celana panjang dan kain songket yang melingkar tepat di tengah badan dan hanya sebatas lutut saja.

Tarian Sumatera Barat



    Tari Alang Babega.
    Indang.
    Lilin.
    Pasambahan Minang.
    Piring.
    Payung.
    Rantak.
    Ambek-ambek Koto Anau.
    Randai.
    Sabalah.
    Barabah.
    Gelombang.
    Kain Paisia Selatan.
    Indang Badindin.
    Kiek Gadih Minang.

Tarian merupakan salah satu bentuk kesenian daerah yang tak hanya menampilkan kreatifitas masyarakat sekitar namun juga menyampaikan makna yang tersemat dalam tarian tersebut. Ya, setiap kebudayaan Sumatera Barat dalam bentuk tarian adat masing-masing memiliki makna tersendiri. Seperti tari piring yang melambangkan suasana gotong royong di masyarakat. Yaitu gambaran ketika siang mengerjakan pekerjaan sawah dan malam harinya bersukaria bersama.
Kemudian ada juga tari payung yang menggambarkan perlindungan seorang pria kepada wanita. Dimana makna ini dapat disampaikan dari gerakan tari payung yaitu payung yang dipegang oleh penari pria diarahkan untuk selalu melindungi kepala penari wanita.



Sejata Tradisional Sumatera Barat

Senjata tradisional

  • Kerambit.
  • Karih.
  • Kalewang.
  • Ruduih.
  • Piarik.
Pada zaman dahulu, senjata merupakan satu benda yang wajib di bawa kemanapun Anda pergi. Bagaimana tidak, dengan ancaman bahaya dimana-mana tentu Anda membutuhkan perlindungan diri menggunakan senjata tradisional ini. Di Sumbar sendiri senjata tradisional yang dimilii adalah Keris dan Kerambit atau Kurambiak. Umumnya, keris digunakan oleh kaum pria dan diletakkan pada bagian depan tubuh. Sedangkan untuk Karimbit merupakan kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dalam bentuk senjata kecil. Dengan modelnya yang melengkung seperti kuku harimau, senjata tradisional ini sangat ampuh untuk melumpuhkan lawan hanya dalam sekali sambit. Dan umumnya, Karimbit ini digunakan oleh para perilat, terutama para pesilat yang sedang melakukan pertarungan dekat dengan menggunakan jurus harimau.

Suku di Sumatera Barat

  • Suku Minangkabau.
    Sakai
    Talang Mamak
    Kerinci
    Kubu
  • Suku Melayu.
  • Suku Mentawai.
  • Suku Bonai.
Ya, keberagaman suku adalah budaya Sumatera Barat terbesar yang tak akan ternilai harganya. Dengan banyaknya suku yang ada di Indonesia khususnya Sumbar, beragam kebudayaan lain tercipta dengan sendirinya. Nah beberapa nama suku yang terdapat di Sumbar antara lain adalah Minangkabau (Jambak, Piliang, Caniago, Guci, Tanjung, Sikumbang, Pisang, Panyalai da Koto) dan Menatawai.

Bahasa Daerah Sumatera Barat

  • Bahasa Minangkabau / Baso Minang.
  • Bahasa Mentawai.
  • Bahasa Melayu.
Dari banyaknya suku yang terdapat di Sumatra Barat, tentu dibutuhkan suatu media untuk menyatukan beberapa suku tersebut. salah satunya yaitu dengan menggunakan bahasa daerah. Dimana bahasa daerah bukan sekedar kebudayaan Sumatera Barat yang digunakan sebagai sarana komunikasi namun juga sebagai pemersatu bangsa. Nah di provinsi ini, bahasa daerah yang digunakan antara lain adalah bahasa Minangkabau, bahasa Melayu dan lain-lain.

Lagu Daerah Sumatera Barat

  1. Ayam Den Lapeh.
  2. Kampuang Nan Jauh Di Mato.
  3. Bareh Solok.
  4. Kambanglah Bungo.
  5. Kaparak Tingga.
  6. Malam Bainai.
  7. Rang Talu.
  8. Dayuang Palinggam.
  9. Anak Dara.
  10. Tari Payuang.
  11. Mak Inang.
  12. Paku Gelang.
  13. Cubo Ranungkan.
  14. Denai Sansai.
  15. Jikok Bapisah.
Sebagai pelengkap budaya Sumatera Barat, lagi daerah dari provinsi ini pun ikut turun serta. Ya, berbagai lagu daerah asal Sumatera Barat bisa Anda dengarkan dan mainkan, seperti Kampung nan Jauh di Mato, Dayuang Palinggam, Ayam Den Lapeh dan lain-lain. Yang perlu Anda ketahui, beberapa lagu daerah ini bukan hanya menampilkan keindahan seninya saja namun juga memiliki makna yang cukup dalam dan perlu diresapi.


Alat Musik Sumatera Barat


Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

  • Alat Musik Talempong.Bansi.
  • Gendang Tabuik.
  • Serunai.
  • Pupuik Tanduak.
  • Rabab.
  • Tambua.
  • Pupuik Batang Padi.
Untuk melengkapi keindahan lagu daerah Sumatera Barat, tentu dibutuhkan alat musik yang akan membuatnya terdengar lebih sempurna. Nah di Sumatra Barat sendiri musik tradisional yang digunakan antara lain adalah rabab, serunai, bansi, saluang, talempong, pupuik dan gadang tabuik. Beberapa musik tradisional tersebut bahkan tak hanya dapat digunakan untuk mengiringi lagu daerah namun juga beragam jenis lagi, sebab musik terdisional ini dapat dimainkan bersama dengan jenis musik lainnya.

Makanan Sumatera Barat
Kalio Dagiang

Makanan Khas Sumatera Barat

  • Rendang.
  • Randang Lokan.
  • Dendeng Balado.
  • Dendeng Batokok.
  • Gulai banak.
  • Gulai kambiang.
  • Gulai manih.
  • Gulai pucuak ubi.
  • Gulai asin padeh.
  • Gulai Tunjang.
  • Gulai paku.
  • Gulai toco.
  • Gulai itiak.
  • Pangek masin.
  • Pangek padeh.
  • Kalio dagiang.
  • Ikan baka.
  • Soto padang.
  • Goreng baluik.
  • Goreng lauak.
  • Palai Bada.
  • Kalio jariang.
  • Sambalado tanak.
  • Sambalado matah.
  • Cancang.
  • Ikan balado.
Ya, satu hal yang selalu dicari oleh para pengunjung yang datang ke Sumatra Barat yaitu masakan khasnya. Dimana dari wilayah ini Anda bisa menjumpai berbagai masakan bercita rasa lezat dan khas, seperti nasi kapau. Selain itu, provinsi ini juga sangat terkenal dengan nasi Padangnya yang bahkan bisa Anda jumpai hampir di setiap penjuru Indonesia. Masakan padang ini antara lain terdiri dari redang, sate padang, itiak lado mudo, dan dendeng balado.
Anda juga bisa menikmati soto padang dan bubur kampiun sebagai selingan menu makan besar Anda. dan untuk oleh-oleh sanak saudara di rumah, Anda bisa mendapatkan bengkuang dan perkedel jagung khas Bukittinggi.

Wisata Sumatera Barat

  • Pantai Carolina.
  • Lubuak Rantiang.
  • Pantai Padang.
  • Pantai Pasir Jambak.
  • Museum Adityawarman.
  • Miniatur Makkah.

Saturday, October 27, 2018

Prosesi pernikahan adat jawa yang penuh dengan filosofi tinggi

11 prosesi pernikahan adat jawa


1. Siraman: Membersihkan diri menjelang "acara" besar.

Sebelum memulai upacara pernikahan, pengantin melakukan siraman dari kata siram (mandi). Hal ini dimaksudkan untuk membersihkan diri kedua pengantin sebelum menjalankan upacara yang sakral. Ada tujuh orang yang akan menyiramkan air kepada calon pengantin. Tujuh di sini dalam Bahasa Jawa adalah "pitu" yaitu pitulungan (pertolongan) kepada calon pengantin.

2. Midodareni: Simbol malam yang baik untuk bersilaturahmi.

Silaturahmi antara kedua keluarga besar yaitu keluarga mempelai pria berkunjung ke rumah mempelai wanita. Malam Midodareni diadakan semalam sebelum upacara pernikahan dimulai keesokan harinya. Malam Midodareni dianggap sebagai malam yang baik yang dimaknai sebagai turunnya para bidadari.

3. Injak Telur: Dimaknai harapan dan lambang kesetiaan.


Telur dimaknai sebagai harapan agar pengantin memiliki keturunan yang merupakan tanda cinta kasih berdua. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria yang merupakan lambang kesetiaan seorang istri pada suaminya.

4. Sikepan Sindur: Tali kasih yang erat dan tak terpisahkan.

Sikepan Sindur dilakukan setelah injak telur yaitu membentangkan kain atau sindur kepada kedua mempelai oleh ibu untuk kemudian berjalan menuju ke pelaminan. Bagian ini melambangkan harapan dari orang tua agar kedua mempelai selalu erat karena telah dipersatukan. Ayah akan menuntun kedua mempelai dengan berjalan memegang sindur tersebut.

5. Pangkuan: Berbagi kasih yang adil.

Kedua mempelai duduk di pangkuan sang ayah mempelai wanita. Pengantin wanita duduk di sebelah paha kiri ayah dan laki-laki disebelah kanan paha ayah. Bagian upacara ini menunjukkan bahwa kelak kedua mempelai akan memiliki keturunan dan diharapkan dapat berbagi kasih sayang yang adil seperti sang ayah. Bagian ini juga bermakna menimbang yang dimaksud tidak ada perbedaan kasih sayang untuk anak dan menantu.

6. Kacar Kucur: Lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.


Mempelai pria akan mengucurkan sebuah kantong yang diisi dengan biji-bijian, uang receh dan beras kuning ke pangkuan wanita. Hal ini bermakna bahwa tugas suami adalah mencari nafkah dan istri yang mengelolanya. Bagian ini merupakan lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

7. Dulang-dulangan: Saling menolong dan rukun.

Adapula bagian prosesi yang disebut dengan Dahar Klimah atau dulang-dulangan (suap-menyuapi). Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali dan acara ini mempunyai harapan agar kedua mempelai selalu rukun dan saling tolong menolong dalam menempuh hidup baru sebagai keluarga.

8. Sungkeman: Bakti pada orangtua atau sesepuh.

Sungkeman merupakan bukti atau bentuk dari penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Sungkeman dilakukan kepada orang tua dan diteruskan kepada sesepuh yang lainnya. Prosesi ini merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu oleh kedua pengantin untuk mendapatkan restu dari orang tua untuk menjalani kehidupan yang baru bersama pasangan.

9. Janur kuning: Harapan mendapatkan cahaya yang baik.

Pasti kita sering mendengar janur kuning yaa. Dimana janur kuning merupakan gerbang untuk memasuki resepsi pernikahan. Janur "Jalarane Nur" yang maknanya agar pernikahan tersebut mendapatkan cahaya atau pencerahan untuk rumah tangga yang baru. Janur Kuning juga dimaksudkan untuk menandai adanya acara dan menyingkirkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

10. Kembar mayang: Makna akan setiap harapan baik untuk rumah tangga nanti.

Rangkaian janur, daun dan ornamen-ornamen lainnya dan memiliki makna-makna yang berbeda. Terdapat ornamen janur yang dibentuk keris bermakna pengantin harus pandai dan berhati-hati serta bijaksana dalam menjalani kehidupan. Terdapat juga ornamen burung yang melambangkan motivasi yang tinggi dalam menjalani hidup.

11. Tarub: Kemakmuran dan harapan.

Tanda untuk menunjukkan bahwa keluarga sedang mengadakan acara dan keluarga yang memiliki hajatan tersebut akan memiliki hak-haknya. Biasanya, keluarga tersebut akan diberikan jalan, tarub berisi berbagai macam tumbuhan yang masing-masing memiliki makna. Tarub sendiri mempunyai lambang kemakmuran dan harapan bagi keluarga baru.
Sekarang kalian sudah mengerti beberapa makna yang ada di balik prosesi pernikahan dan hiasan pada acara pernikahan. Meski mungkin terkesan "ribet" tapi maknanya dalam lho.

Saturday, March 28, 2015

Koteka Pakaian Adat Asal Papua

Mengenal Pembuatan Koteka Pakaian Adat Asal Papua
Koteka (photo:indonesiaindonesia.com)
Setiap suku mempunyai baju adat tersendiri, dan beberapa diantaranya sangat unik. Salah satu pakaian adat yang unik adalah Koteka yang berasal dari masyarakat papua. Masyarakat pedalaman papua masih banyak yang menggunakan koteka, namun sudah ada beberapa dari mereka yang telah menggunakan celana sebagai pengganti koteka.

Karena merupakan pakaian tradisional yang unik, baiknya kita mengetahui asal pembuatan koteka tersebut. Maximus Tipigau selaku pengelola wisata Carstensz menjelaskan bahwa proses pembuatan koteka bisa satu sampai dua minggu. Berikut prosesnya seperti yang dilansir Okezone.com:
Bahan baku koteka adalah Labu air, sehingga untuk membuatnya perlu ditanam bibit labu air tesebut. Setelah buah labu matang, kita bisa memetiknya ditanam kembali di digundukan pasir dan dibakar beberapa menit.

“Jadi, biasanya mereka (masyarakat Papua) tanam itu buah labu di dalam gundukan pasir dan dibakar, sehingga kulitnya cepat kering dan bijinya mudah dikeluarkan,” ujarnya Maximus Tipigau seperti dilansir Okezone.com.

Selanjutnya, ruas kulit labu dibersihkan dan dikeringkan di atas perapian. Setelah itu, kita bisa menambahkannya anyaman-anyaman sesuai dengan kreatifitas sampai menjadi satu buah koteka.

Ada beberapa jenis koteka tergantung dari fungsinya. Koteka yang berukuran pendek biasanya digunakan untuk melakukan aktifitas hari-hari. Sedangkan koteka yang berukuran panjang biasa digunakan saat menghadiri upacara adat.

Nah itulah penjelasan singkat cara pembuatan koteka yang merupakan pakaian adat tradisional masyarakat papua.