Nusantara Indonesia: info menarik
Showing posts with label info menarik. Show all posts
Showing posts with label info menarik. Show all posts

Tuesday, December 8, 2015

Tarian Bali Jadi Warisan Budaya Dunia

9 Tarian Bali Jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO
@alamraya-street.blogspot.com
Bali terkenal dengan kebudayaannya yang masih sangat kental. Mulai dari tari-tarian, tradisi bahkan keseniannya sangat terkenal diseluruh dunia. Sehingga banyak wisatawan yang senang mengunjungi pulau dewata ini. Tidak hanya itu pemandangan alamnya pun menjadi salah satu daya Tarik utama.

Karena tari-tariannya yang sangat unik, ada beberapa tarian di bali yang dijadikan sebagai warisan budaya Unesco. Badan PBB untuk urusan Budaya (UNESCO) menetapkan sembilan tarian tradisi Bali sebagai Warisan Budaya Dunia Tak Benda (WBD-TB) secara aklamasi. Penetapan warisan budaya ini dilakukan secara resmi dalam sidang UNESCO di Windoek Nambia, Afrika Selatan yang dilaksanakan pada 1-2 Desember 2015.

Tari yang dipilih berjumlah 9 jenis yang dianggap mewakili seluruh tarian Bali yang dimiliki oleh masyarakat Bali, baik yang tinggal di Pulau Bali maupun yang tinggal di luar Bali. Saat ini banyak masyarakat Bali yang tersebar diberbagai kepulauan Nusantara dan bahkan diluar negeri. Namun mereka yang merantau tidak begitu saja melupakan kebudayaan tradisi mereka. Hal ini terbukti dengan banyaknya orang Bali yang kerap menampilkan tari-tariannya di luar Bali bahkan di luar negeri.

Berikut adalah 9 tari-tarian dari Bali yang ditetapkan jadi Warisan Budaya Dunia UNESCO:

1. Tari Rejang dari Kabupaten Klungkung,
2. Tari Sanghyang Dedari asal Kabupaten Karangasem,
3. Tari Basis Upacara asal Kabupaten Bangli,
4. Tari Topeng Sidhakarva atau Topeng Pajegan dari Kabupaten Tabanan,
5. Tari Gambuh dari Kabupaten Gianyar,
6. Drama Tari Wayang Wong dari Kabupaten Buleleng,
7. Tari Bebali, Tari Legong Keraton dari Denpasar,
8. Tari Joged Bumbung asal Kabupaten Jembrana, dan
9. Tari Barong Ket Kuntisraya asal Kabupaten Badung.

Sumber referensi:

Dream.co.id

Saturday, March 28, 2015

Koteka Pakaian Adat Asal Papua

Mengenal Pembuatan Koteka Pakaian Adat Asal Papua
Koteka (photo:indonesiaindonesia.com)
Setiap suku mempunyai baju adat tersendiri, dan beberapa diantaranya sangat unik. Salah satu pakaian adat yang unik adalah Koteka yang berasal dari masyarakat papua. Masyarakat pedalaman papua masih banyak yang menggunakan koteka, namun sudah ada beberapa dari mereka yang telah menggunakan celana sebagai pengganti koteka.

Karena merupakan pakaian tradisional yang unik, baiknya kita mengetahui asal pembuatan koteka tersebut. Maximus Tipigau selaku pengelola wisata Carstensz menjelaskan bahwa proses pembuatan koteka bisa satu sampai dua minggu. Berikut prosesnya seperti yang dilansir Okezone.com:
Bahan baku koteka adalah Labu air, sehingga untuk membuatnya perlu ditanam bibit labu air tesebut. Setelah buah labu matang, kita bisa memetiknya ditanam kembali di digundukan pasir dan dibakar beberapa menit.

“Jadi, biasanya mereka (masyarakat Papua) tanam itu buah labu di dalam gundukan pasir dan dibakar, sehingga kulitnya cepat kering dan bijinya mudah dikeluarkan,” ujarnya Maximus Tipigau seperti dilansir Okezone.com.

Selanjutnya, ruas kulit labu dibersihkan dan dikeringkan di atas perapian. Setelah itu, kita bisa menambahkannya anyaman-anyaman sesuai dengan kreatifitas sampai menjadi satu buah koteka.

Ada beberapa jenis koteka tergantung dari fungsinya. Koteka yang berukuran pendek biasanya digunakan untuk melakukan aktifitas hari-hari. Sedangkan koteka yang berukuran panjang biasa digunakan saat menghadiri upacara adat.

Nah itulah penjelasan singkat cara pembuatan koteka yang merupakan pakaian adat tradisional masyarakat papua.

Wednesday, February 11, 2015

4 Tradisi Pemakaman Unik Suku di Indonesia

4 Tradisi Pemakaman Unik Suku di Indonesia. Indonesia terdiri dari beribu-ribu pulau dan bermacam-macam suku bangsa. Dari beberapa suku bangsa tersebut, masing-masing memiliki tradisi yang unik. Salah satunya adalah tradisi dalam pemakaman manusia.

Tradisi pemakaman merupakan salah satu ritual yang begitu sacral, sehingga ada beberapa suku bangsa di Indonesia yang melakukan ritual dengan cara yang unik.

1. Suku Bali, Membiarkan Jenazah di Atas Tanah

Suku Bali, Membiarkan Jenazah di Atas Tanah
Kuburan Trunyan (wikimedia)
Bali merupakan salah satu pulau yang terkenal dengan wisata dan kebudayaannya. Di Bali ritual pemakamannya prosesi upacara kremasi saat kematian disebut dengan Ngaben. Tetapi bagi penduduk di Kabupaten Bangli, masyarakat tidak melakukan kremasi saat kematian, namun mereka membiarkan jenazah diatas tanah di Kuburan Trunyan yang lokasinya berada di dekat Danau Batur. Sehingga akan dijumpai tulang-tulang yang berserakan di banyak tempat.

2. Suku Toraja Sulawesi Selatan dengan ritual Rambu Solo

Suku Toraja Sulawesi Selatan dengan ritual Rambu Solo
Tradisi Rambu Solo Toraja (tempo.co)
Suku Toraja memiliki tradisi pemakaman kematian yang cukup khas, yang disebut dengan Rambu Solo. Dalam ritual tradisi ini cukup banyak mengeluarkan biaya. Ritual ini digelar sebagai tanda penghormatan terakhir kepada warga yang telah meninggal.

Setelah melakukan prosesi acara, jenazah diusung menggunakan tongkonan yang merupakan rumah adat khas Toraja dan dibawa menuju makam-makam di tebing dan gua. Kemudian juga dibuatkan boneka kayu yang dibuat semirip sosok yang meninggal dunia dan diletakkan di dekat makam jenazah.

3. Jawa Timur, Ritual Brobosan

Jawa Timur, Ritual Brobosan
Tradisi Brobosan (news.detik.com)
Untuk daerah jawa timur, upacara kematian disebut dengan Brobosan. Dalam tradisi ini seluruh anggota keluarga mendiang, berjalan mengelilingi bawah keranda jenazah yang diangkat sebanyak tiga kali. Hal ini dimaksudkan sebagai penghormatan pada mendiang dan untuk mengenang masa hidupnya. Setelah semua keluarga mengitari keranda, jenazah langsung dikebumikan.

4. Sumatera Utara, Ritual Saur Matua

Sumatera Utara, Ritual Saur Matua
Saur Matua, Adat Batak (herlina.org)
Di Sumatera Utara, ritual kematian disebut juga dengan Saur Matua yang merupakan ritual upacara penghormatan terakhir yang dilakukan suku Batak pada mendiang. Upacara adat ini dilakukan jika semua anak dari mendiang telah menikah.

Uniknya tangan dari jenazah tidak diletakkan di depan dada, tetapi tangan dari mendiang diletakkan di samping badan. Prosesi Saur Matua ini dilakukan sebagai penghormatan bagi mendiang, karena telah mendidik anak-anaknya dengan baik, hingga menikah.

Itulah tradisi unik mengenai pemakaman yang dilakukan beberapa suku yang ada di Indonesia. Semoga bermanfaat.

Tuesday, January 27, 2015

12 Suku Di Provinsi Aceh

12 Suku bangsa yang terdapat di provinsi Aceh
peta aceh (foto:wikipedia)
Provinsi Aceh terletak di ujung utara pulau Sumatera dan lokasinya paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Dahulu kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka. Di provinsi Aceh juga terdapat 12 jenis suku yang menempatinya. Ke 12 suku tersebut adalah;


1. Suku Aceh

Suku ini mendiami ujung utara Sumatra dan menganut agama Islam. Mereka menggunakan bahasa Aceh yang masih berkerabat dengan bahasa Mon Khmer (wilayah Champa). Bahasa Aceh merupakan bagian dari bahasa Melayu-Polynesia barat, cabang dari keluarga bahasa Austronesia. Suku Aceh merupakan suku di Indonesia yang pertama memeluk Islam dan mendirikan kerajaan Islam. Masyarakat Aceh mayoritas bekerja sebagai petani, pekerja tambang, dan nelayan.

2. Suku Aneuk Jamee

Secara harfiah, istilah Aneuk Jamee berasal dari Bahasa Aceh yang berarti “anak tamu”. Suku ini tersebar di sepanjang pesisir barat dan selatan Aceh. Bahasa yang digunakan bahasa Aneuk Jamee, masih merupakan dialek dari bahasa Minangkabau. Namun, Bahasa Aneuk Jamee hanya dituturkan di kalangan orang-orang tua saja dan saat ini umumnya mereka lebih menggunakan Bahasa Aceh sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

3. Suku Alas

Suku ini bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh yang biasa juga disebut Tanah Alas. Agama yang dianut adalah agama islam. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Alas. Asal kata “alas” dalam bahasa Alas berarti “tikar”. Hal ini ada kaitannya dengan keadaan daerah itu yang membentang datar seperti tikar di sela-sela Bukit Barisan. Daerah Tanah Alas dilalui banyak sungai, salah satu di antaranya adalah Lawe Alas (Sungai Alas).

4. Suku Batak Pakpak

Suku Pakpak tersebar di beberapa kabupaten/kota di Sumatera Utara dan Aceh, yakni di Kabupaten Dairi, Kabupaten Pakpak Bharat, Kabupaten Humbang Hasundutan( Sumatera Utara), Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Sabulusalam. Suku bangsa Pakpak kemungkinan besar berasal dari keturunan tentara kerajaan Chola di India yang menyerang kerajaan Sriwijaya pada abad 11 Masehi
Suku ini terdiri atas 5 subsuku, yang dalam istilah setempat disebut dengan istilah Pakpak Silima suak yang terdiri dari :

Pakpak Klasen (Kab. Humbang Hasundutan Sumut)
Pakpak Simsim (Kab. Pakpak Bharat-sumut)
Pakpak Boang (Kab. Singkil dan kota Sabulusalam-Aceh)
Pakpak Pegagan (Kab. Dairi-sumut)
Pakpak Keppas (Kab. Dairi sumut)

Suku bangsa Pakpak mendiami bagian Utara, Barat Laut Danau Toba hingga perbatasan Sumatra Utara dengan provinsi Aceh (selatan).

5. Suku Devayan
Suku Devayan mendiami Pulau Simeulue, juga di kecamatan Teupah Barat, Simeulue Timur, Simeulue Tengah, Teupah Selatan dan Teluk Dalam.

6. Suku Gayo

Suku Gayo mendiami dataran tinggi Gayo di Aceh. Mayoritas suku ini terdapat di kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues dan 3 kecamatan di Aceh Timur, yaitu kecamatan Serbe Jadi, Peunaron dan Simpang Jernih. Selain itu suku Gayo juga mendiami beberapa desa di kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Tenggara.

Agama yang dianut Suku Gayo adalah agama Islam dan mereka dikenal taat dalam agamanya. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Gayo.

7. Suku Haloban

Suku Haloban terdapat di kabupaten Aceh Singkil, tepatnya di kecamatan Pulau Banyak. Di kecamatan Pulau Banyak terdapat 7 desa dengan ibukota kecamatan terletak di desa Pulau Balai.

8. Suku Kluet

Suku Kluet mendiami beberapa kecamatan di kabupaten Aceh Selatan, yaitu kecamatan Kluet Utara, Kluet Selatan, Kluet Tengah, dan Kluet Timur.

9. Suku Lekon

Suku Lekon terdapat di kecamatan Alafan, Simeulue di provinsi Aceh dan terdapat di desa Lafakha dan dan Langi.

10. Suku Singkil

Suku Singkil terdapat di kabupaten Aceh Singkil daratan dan kota Subulussalam di propinsi Aceh. Namun, kedudukan suku Singkil sampai saat ini masih diperdebatkan, apakah suku ini termasuk dalam suku Pakpak suak Boang atau berdiri sebagai satu suku yang tersendiri terpisah dari suku Pakpak.

11. Suku Sigulai

Suku Sigulai mendiami Pulau Simeulue bagian utara dan terdapat di kecamatan Simeulue Barat, Alafan dan Salang.

12. Suku Tamiang

Suku Tamiang mendiami kabupaten Aceh Tamiang, termaksud suku melayu dan lebih sering disebut Melayu Tamiang. Suku ini mempunyai kesamaan dialek dan bahasa dengan masyarakat Melayu yang tinggal di kabupaten Langkat, Sumatera Utara serta berbeda dengan masyarakat Aceh. Meski demikian suku ini telah sekian abad menjadi bagian dari Aceh. Kebudayaan suku ini juga sama dengan masyarakat Melayu pesisir timur Sumatera lainnya.